no-style

Tambalan Jalan PUPR Amblas, Pengendara Motor Jadi Korban di Jalan Sudirman Tangerang

, Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T08:55:07Z





TANGERANG — Polemik penggunaan metode tambalan paving block dalam proyek perbaikan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali mencuat. Kali ini, metode tersebut disorot usai terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang.

Kecelakaan dialami seorang pengendara sepeda motor bernama Adlynabil Maulana Syaam (18), warga Keroncong, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Insiden terjadi pada Minggu malam, 1 Februari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman KM 13 No. 71, Kelurahan Babakan, di area perbaikan jalan yang ditambal menggunakan paving block.

Tambalan Amblas, Motor Hilang Kendali

Berdasarkan penelusuran di lokasi kejadian, korban mengendarai sepeda motor matic dengan nomor polisi B 3198 COZ, melaju dari arah Pasar Induk Tanah Tinggi menuju Cikokol. Saat melintas di titik perbaikan jalan, roda depan motornya menghantam gundukan lubang yang ditutup paving block.

Ironisnya, tambalan tersebut dilaporkan sudah mengalami penurunan permukaan (amblas) meski baru sekitar satu pekan selesai diperbaiki. Kondisi jalan yang tidak rata membuat kendaraan korban kehilangan keseimbangan.

“Jalannya menurun, banyak truk besar lewat. Begitu motor kena tambalan yang sudah amblas, langsung oleng. Saya sampai terpelanting dua kali,” ungkap korban.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka serius di bagian tangan dan kaki, hingga harus dipapah rekannya untuk pulang. Korban berharap pemerintah tidak lagi mengedepankan perbaikan sementara yang justru membahayakan pengguna jalan.

Perbaikan Berlanjut, Metode Dinilai Tambal Sulam

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, pada hari yang sama, pihak PUPR Provinsi Banten kembali melakukan pemasangan paving block di titik lain sepanjang Jalan Sudirman, dengan koordinasi bersama PUPR Kota Tangerang.

Namun, metode yang digunakan dinilai masih bersifat tambal sulam, bukan perbaikan struktural menyeluruh. Padahal, Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalur padat yang setiap hari dilintasi kendaraan berat dan bertonase besar.

Sejumlah warga sekitar turut mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menyebut kecelakaan di ruas jalan itu semakin sering terjadi, terutama pada malam hari.

“Lampu penerangan minim, jalannya tidak rata. Ditambal pakai paving, tapi cepat rusak lagi. Ini sudah sering makan korban,” ujar salah satu warga.

Keselamatan Publik Jadi Pertaruhan

Sebagai salah satu jalur utama aktivitas perkotaan, Jalan Jenderal Sudirman memiliki tingkat lalu lintas yang tinggi. Warga menilai, perbaikan jalan yang tidak dilakukan secara permanen justru menciptakan titik rawan kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PUPR terkait evaluasi teknis pascakecelakaan tersebut, termasuk rencana perbaikan permanen dan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Publik pun mendesak agar pemerintah lebih mengutamakan keselamatan pengguna jalan, bukan sekadar penyelesaian proyek cepat yang berisiko membahayakan nyawa.

Komentar

Tampilkan

  • Tambalan Jalan PUPR Amblas, Pengendara Motor Jadi Korban di Jalan Sudirman Tangerang
  • 0

Kabupaten