Tulungagung/Surabaya, 18 Mei 2026 –||
Seorang pria yang diduga mencatut nama institusi TNI dengan mengaku sebagai anggota Kodim Tulungagung kini menjadi sorotan. Pria tersebut dilaporkan ke Polda Jawa Timur setelah diduga melakukan serangkaian tindakan yang meresahkan terhadap seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Blitar yang bekerja di Hongkong.
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga korban melaporkan dugaan pencemaran nama baik, intimidasi, hingga penyebaran konten tidak pantas yang disebut sangat merugikan korban secara psikologis maupun sosial.
Korban diketahui bernama Amy, seorang perempuan asal Blitar yang saat ini bekerja di Hongkong.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, awal mula kejadian bermula dari komunikasi melalui sambungan telepon. Terduga pelaku yang memperkenalkan diri dengan nama “Jati Susanto” disebut melakukan pendekatan terhadap korban secara intens.
Pihak keluarga menegaskan bahwa komunikasi tersebut dilakukan murni melalui telepon, tanpa adanya percakapan pesan singkat atau chat.
Dalam pembicaraan itu, pria tersebut disebut berulang kali mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas di Kodim Tulungagung. Bahkan, ia sempat menyampaikan niat ingin menjadikan korban sebagai pasangan hidup.
Namun, menurut keluarga, Amy tidak pernah memberikan respons maupun harapan karena fokus bekerja di luar negeri.
Pihak keluarga kini mendesak aparat maupun institusi terkait untuk menelusuri kebenaran identitas pria tersebut. Mereka meminta klarifikasi apakah benar yang bersangkutan anggota TNI aktif atau hanya diduga mencatut nama TNI demi memperoleh kepercayaan korban.
Keluarga korban menduga penolakan tersebut memicu perubahan sikap terduga pelaku. Sosok yang belakangan mengubah identitas menjadi “Suryono” dan mengaku tinggal di wilayah Sumatra itu diduga mulai melakukan serangan terhadap nama baik korban.
Tak hanya menggunakan satu identitas, pelaku juga disebut sering berganti-ganti akun Facebook untuk menghindari pelacakan sekaligus melancarkan aksinya di media sosial.
Salah satu akun yang sempat digunakan yakni akun Facebook bernama “Sunar Amy”, lengkap dengan foto korban sebagai profil akun. Akun tersebut diduga dipakai menyebarkan informasi yang dinilai tidak benar mengenai kehidupan pribadi korban
Pihak keluarga menyebut, terduga pelaku menyebarkan narasi bahwa Amy merupakan seorang janda yang memiliki anak perempuan. Bahkan, keluarga mengaku anak korban yang masih kecil ikut menjadi sasaran hinaan kasar.
Persoalan semakin serius ketika terduga pelaku diduga mengunggah foto perempuan lain tanpa identitas jelas, kemudian mengklaim bahwa foto tersebut merupakan milik korban.
Keluarga korban menilai tindakan tersebut merupakan upaya sistematis untuk mempermalukan dan merusak nama baik Amy di media sosial.
Selain itu, pihak keluarga juga menyebut adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp300 ribu kepada korban. Ketika permintaan tersebut ditolak, dugaan intimidasi disebut semakin meningkat.
Menurut pihak keluarga, aparat dari Polda Jawa Timur disebut telah mencoba menghubungi nomor yang digunakan terduga pelaku.
Namun, saat dikonfirmasi, pria tersebut disebut berubah keterangan. Jika sebelumnya mengaku sebagai anggota Kodim Tulungagung, belakangan ia mengaku bernama Suryono dan tinggal di wilayah Sumatra.
Perubahan identitas itu justru semakin menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait siapa sebenarnya sosok pria tersebut.
“Kami berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait bisa menyelidiki apakah benar ia anggota TNI atau hanya oknum yang mencatut nama institusi demi menipu dan meneror korban,” ujar keluarga korban.
Pihak keluarga meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka berharap koordinasi lintas wilayah dilakukan apabila keberadaan terduga pelaku berada di luar Jawa Timur.
“Kami hanya ingin keadilan. Jangan sampai ada korban lain mengalami hal serupa,” ungkap keluarga korban.
Nomor telepon yang disebut digunakan terduga pelaku dalam kasus ini yakni 082381401xx. dan 0831572989xx
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun institusi TNI terkait dugaan pencatutan nama anggota Kodim Tulungagung tersebut. Apakah benar anggota aktif atau hanya oknum yang mengaku-ngaku, masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Tim Red

