no-style

Pimred Nusantara Detik “Edi Uban” dan Gubernur Jawa Tengah Diskusi Santai di Kendal, Bahas Peran Media di Era Digital

, Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-04T09:05:10Z






KENDAL, JAWA TENGAH — ||

Pemimpin Redaksi Nusantara Detik yang akrab disapa Edi Uban melakukan diskusi santai bersama Gubernur Jawa Tengah di sela-sela makan siang di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut membahas berbagai isu strategis, khususnya peran media massa di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Diskusi yang digelar secara informal itu berlangsung di salah satu rumah makan khas Kendal. Meski tanpa agenda resmi, pertemuan tersebut dinilai sarat makna karena menyentuh isu penting terkait tanggung jawab media, tantangan disrupsi digital, hingga menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus media sosial.

Dalam kesempatan itu, Edi Uban menegaskan bahwa media siber saat ini memiliki peran yang sangat krusial sebagai penjaga marwah informasi publik. Menurutnya, di era digital yang serba cepat, media dituntut tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga akurasi, verifikasi, dan etika jurnalistik.

“Di tengah banjir informasi dan maraknya hoaks, media arus utama harus tetap menjadi rujukan masyarakat. Kecepatan penting, tapi kebenaran jauh lebih utama,” ujar Edi Uban.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi insan pers, mulai dari persaingan dengan konten media sosial, algoritma digital, hingga tekanan ekonomi media. Namun demikian, ia menegaskan bahwa media profesional harus tetap berdiri tegak sebagai pilar keempat demokrasi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah menyambut baik diskusi tersebut dan mengapresiasi peran media yang selama ini turut membantu pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara luas.

“Media memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan rakyat. Kritik yang membangun, informasi yang berimbang, serta edukasi publik sangat dibutuhkan, terutama di era digital seperti sekarang,” ungkap Gubernur.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak anti kritik, justru membutuhkan media yang independen dan profesional agar kebijakan publik dapat terus dievaluasi dan disempurnakan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan media, tanpa menghilangkan independensi pers.

Diskusi santai tersebut juga menyinggung soal literasi digital masyarakat, di mana media dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu, ujaran kebencian, maupun konten yang menyesatkan.

Suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh kekeluargaan. Sesekali diselingi canda ringan, namun tetap fokus pada substansi pembahasan. Makan siang bersama itu menjadi momentum refleksi bersama tentang bagaimana media dan pemerintah dapat berjalan seiring, menjaga demokrasi, serta melayani kepentingan publik.

Di akhir pertemuan, baik Edi Uban maupun Gubernur Jawa Tengah sepakat bahwa media yang kuat, independen, dan berintegritas adalah kunci dalam membangun kepercayaan publik di era digital.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari dialog-dialog positif lainnya, guna memperkuat sinergi antara insan pers dan pemangku kebijakan, demi terciptanya informasi yang sehat, mencerdaskan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Taruna32

Komentar

Tampilkan

  • Pimred Nusantara Detik “Edi Uban” dan Gubernur Jawa Tengah Diskusi Santai di Kendal, Bahas Peran Media di Era Digital
  • 0

Kabupaten