no-style

Jalan Nyaris Putus Digerus Sungai Musi, Aktivis Muba Akan Demo Kantor Bupati dan DPRD

, Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T07:34:12Z

 




MUBA, 25 Maret 2026 – Koalisi LSM, organisasi masyarakat (ormas), dan mahasiswa yang tergabung dalam Peduli Musi Banyuasin (Muba) berencana menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Musi Banyuasin pada Senin, 30 Maret 2026.

Aksi tersebut digelar pasca libur Hari Raya Idul Fitri 2026, di mana aktivitas pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin telah kembali berjalan normal.

Koordinator aksi, M. Lekat Gonzales, menyampaikan bahwa rencana aksi ini merupakan lanjutan dari perjuangan sebelumnya terkait kondisi Jalan Nasional di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Musi Rawas, khususnya di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman.

“Aksi yang kami lakukan sekitar dua bulan lalu mendapat dukungan luas dari masyarakat, baik dari Musi Banyuasin, Musi Rawas, hingga luar daerah seperti Bengkulu, Jambi, bahkan Pulau Jawa,” ujar M. Lekat saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, para pengguna jalan seperti sopir truk, bus lintas provinsi, hingga kendaraan pribadi turut memberikan dukungan moral atas aksi yang sebelumnya sempat viral di berbagai media, baik online, cetak, maupun media sosial.

Dalam aksi mendatang, massa akan mendesak Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, serta Ketua DPRD Muba, Afni Junaidi Gumay, untuk lebih serius menangani kerusakan infrastruktur, khususnya di ruas Jalan Nasional Desa Sugi Waras dan Tanjung Raya.

Menurut mereka, kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan. Badan jalan bahkan disebut nyaris putus total akibat tergerus Sungai Musi, dengan sisa lebar hanya sekitar satu meter.

Selain itu, jalan di dalam Desa Sugi Waras juga dinilai tidak layak dilalui dan kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan dilaporkan telah terjadi korban jiwa serta insiden kendaraan berat menabrak rumah warga.

Koalisi juga meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, untuk segera membuka jalur alternatif baru sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Desa Beruge menuju Sugi Waras, termasuk pembebasan lahan, ganti rugi, penimbunan, hingga pengerasan jalan.

Sejumlah tokoh dan aktivis yang akan turut serta dalam aksi ini antara lain Mauzan, SH (Ketua LSM Gempita Muba), Jauhari, SE (tokoh pemuda), Fitriandi, S.Sos (Ketua DPD LAN Muba), serta Deskar selaku Ketua Aliansi LSM Ormas Bersatu Muba.

Selain persoalan jalan, massa juga akan menyoroti pembangunan jembatan penghubung Teluk Kijing–Rantau Keroya yang dinilai belum terealisasi, serta kondisi Jembatan Lalan yang rusak akibat ditabrak tongkang batu bara dan hingga kini belum diperbaiki.

Koalisi juga mengusulkan agar ruas jalan Mangun Jaya – Sugi Waras – Keban – Macan Sakti – Ulak Embacang hingga batas Kabupaten Musi Rawas dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional apabila pemerintah daerah tidak mampu melakukan pembangunan.


Sementara itu, Hendri, SH, mewakili masyarakat Kecamatan Sanga Desa dan sekitarnya, mengeluhkan kondisi jalan di Desa Ulak Embacang yang rusak parah dan belum tersentuh pembangunan selama puluhan tahun.

“Sudah sekitar 30 tahun jalan kami tidak mendapat perhatian. Kondisinya sangat memprihatinkan dan menyusahkan masyarakat. Kami berharap segera dilakukan pengecoran beton,” ujarnya.

Aksi ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun pusat agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki infrastruktur di wilayah Musi Banyuasin.

Red

Komentar

Tampilkan

  • Jalan Nyaris Putus Digerus Sungai Musi, Aktivis Muba Akan Demo Kantor Bupati dan DPRD
  • 0

Kabupaten