no-style

Bantuan Beras Jumat Berkah Polres Tangerang Kota Dikeluhkan Warga: Diduga Berjamur, Berkutu, dan Stok Lama

, Desember 07, 2025 WIB Last Updated 2025-12-07T05:13:48Z

 







Tangerang — ||

Program Jumat Berkah yang digelar Polres Tangerang Kota pada 28 November 2025 seharusnya menjadi momen berbagi dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi salah satu penerima bantuan. Namun suasana berubah menjadi kekecewaan setelah sejumlah ojol dan warga penerima beras mengeluhkan bahwa paket bantuan yang mereka dapatkan justru berada dalam kondisi berjamur, berkutu, menggumpal, dan berbau tak sedap.

Beras yang seharusnya menjadi bahan pokok penyambung hidup justru tidak layak untuk dikonsumsi. Sejumlah penerima bahkan melaporkan bahwa kondisi beras sangat memprihatinkan hingga ditemukan larva dan kutu beras (Sitophilus oryzae) dalam jumlah cukup banyak.

Keluhan Muncul Setelah Acara Jumat Berkah 28 November 2025,Pada kegiatan Jumat Berkah tanggal 28 November 2025, puluhan pengemudi ojol menerima paket beras yang dibagikan langsung oleh panitia kegiatan. Namun beberapa jam setelah pembagian, grup komunitas ojol mulai dipenuhi keluhan terkait kualitas beras tersebut.

Waktu saya buka plastiknya, langsung bau apek, warnanya kuning kehitaman. Banyak banget kutu dan kayak ada belatung kecil. Itu mah nggak layak dimakan sama sekali,” ujar salah satu penerima ojol yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keluhan serupa juga datang dari beberapa warga lain yang menerima bantuan. Mereka mendapati beras menggumpal akibat lembap, sebagian butir beras membusuk dan ditumbuhi jamur, serta tampak ada koloni kutu beras Sitophilus oryzae, hama beras yang dikenal berkembang biak cepat saat bahan pangan disimpan terlalu lama atau dalam kondisi tidak higienis.

Kutu Beras Sitophilus oryzae: Tanda Beras Lama atau Rusak Penyimpanan

Secara ilmiah, kutu beras Sitophilus oryzae adalah serangga hama yang biasa menyerang komoditas padi dan beras. Kehadiran hama ini umumnya menunjukkan bahwa:

  • Beras telah disimpan terlalu lama
  • Terdapat kerusakan pada karung atau kemasan
  • Lingkungan penyimpanan lembap dan tidak higienis
  • Tidak ada kontrol hama atau standar pergudangan yang baik

Kehadiran kutu dan larva dalam jumlah banyak memperkuat dugaan bahwa beras yang dibagikan merupakan stok lama, atau telah melalui proses penyimpanan yang tidak memenuhi standar sebelum didistribusikan.

“Kalau Dicek Dulu, Pasti Ketahuan Kondisinya”

Sejumlah warga menduga bahwa beras tidak melalui proses pengecekan kualitas sebelum dibagikan kepada masyarakat. Hal ini diperkuat oleh kesamaan keluhan di beberapa lokasi dan waktu yang relatif berdekatan setelah pembagian.

Kalau dicek dulu pasti ketahuan kualitasnya seperti apa. Ini seperti langsung dibagi tanpa diperhatikan lagi,” ungkap seorang warga lainnya.

Menurut penerima, kondisi ini sangat ironis karena bantuan tersebut seharusnya menjadi wujud kepedulian dan perhatian, bukan justru menimbulkan keresahan.

Awak Media Akan Mengklarifikasi kepada Pihak Terkait

Menanggapi beragam keluhan tersebut, awak media akan segera melakukan klarifikasi kepada:

  • Panitia pelaksana kegiatan Jumat Berkah
  • Pihak Polres Tangerang Kota
  • Penanggung jawab pengadaan atau penerimaan donasi beras

Klarifikasi ini penting untuk memastikan beberapa hal, antara lain:

  1. Asal beras – apakah dari donatur eksternal atau pengadaan internal
  2. Proses penyimpanan dan distribusi
  3. Apakah ada SOP pengecekan kualitas sebelum bantuan dibagikan
  4. Kemungkinan kelalaian atau kurangnya pengawasan internal

Menggunakan nama institusi kepolisian dalam kegiatan sosial semestinya dibarengi dengan pengawasan ketat agar bantuan yang dibagikan benar-benar bermanfaat.

Program Sosial Tidak Boleh Membahayakan Masyarakat

Menurut pengamat kebijakan publik, bantuan sosial yang tidak layak konsumsi berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Kontaminasi jamur dapat menghasilkan mikotoksin, sedangkan kutu beras dan larvanya dapat menandakan kerusakan pangan tingkat lanjut.

Bantuan itu bentuk kehadiran negara. Jika barang yang dibagikan tidak layak konsumsi, itu mencederai kepercayaan publik dan menunjukkan ketidaksiapan penyelenggara,” ujar seorang pengamat.

Harapan Masyarakat: Transparansi, Klarifikasi, dan Perbaikan

Para penerima berharap kasus ini ditangani secara serius agar tidak terulang pada pembagian bantuan berikutnya. Mereka meminta adanya:

  • Pemeriksaan kualitas pangan seelum dibagikan
  • Transparansi sumber bantuan
  • Evaluasi terhadap proses penyimpanan di gudang
  • Pengawasan internal dari pihak Polres dan instansi terkait


Isu ini menjadi perhatian luas karena menyangkut nama institusi kepolisian serta kualitas bantuan yang diberikan kepada masyarakat kecil, khususnya para pejuang jalanan seperti pengemudi ojol. Publik kini menanti penjelasan resmi dan langkah perbaikan yang nyata.

(Tim)



Komentar

Tampilkan

  • Bantuan Beras Jumat Berkah Polres Tangerang Kota Dikeluhkan Warga: Diduga Berjamur, Berkutu, dan Stok Lama
  • 0

Kabupaten