Jakarta Timur —••
Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan kenaikan debit air di Pintu Air Halim Perdanakusuma. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ketinggian air terukur mencapai 3,50 cm, sehingga wilayah tersebut dinyatakan dalam status Siaga Banjir.
Merespons kondisi tersebut, Camat Halim Perdanakusuma, Dimas Prayudi, bersama Lurah Halim Perdanakusuma, Nurlaela, S.E., M.Si., turun langsung ke lokasi banjir guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kehadiran unsur pimpinan wilayah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat terdampak.
Turut mendampingi dalam kegiatan pemantauan, Ketua RT setempat, Akhmad Sofyan, bersama Tim Penanganan Sarana dan Keluhan (TPSK) Halim Perdanakusuma serta petugas siaga banjir. Mereka secara bersama-sama memantau kondisi pintu air, aliran sungai, serta pemukiman warga yang berada di daerah rawan genangan.
Akibat meluapnya air, sejumlah rumah warga dilaporkan telah terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi. Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Warga terlihat bergotong royong mengamankan barang-barang berharga dan membersihkan saluran air agar aliran tidak semakin tersumbat.
Di tengah situasi banjir, petugas menemukan seekor ular sanca dengan panjang hampir 5 meter yang keluar dari sarangnya akibat genangan air. Ular tersebut berhasil diamankan oleh tim siaga banjir tanpa menimbulkan korban jiwa. Aparat setempat mengimbau warga agar lebih waspada terhadap kemunculan hewan liar selama masa banjir.
Camat Halim Perdanakusuma, Dimas Prayudi, dalam keterangannya menyampaikan agar warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan susulan masih tinggi. Ia juga meminta seluruh perangkat wilayah, mulai dari kelurahan hingga RT/RW, untuk siaga 24 jam dan responsif terhadap laporan warga.
Sementara itu, Lurah Halim Perdanakusuma, Nurlaela, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melapor apabila terjadi kenaikan air secara signifikan.
Selain dampak banjir, warga juga diminta waspada terhadap potensi wabah penyakit pascabanjir, seperti diare, penyakit kulit, demam berdarah, leptospirosis, dan infeksi saluran pernapasan. Pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan instansi kesehatan untuk langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus penyakit akibat banjir.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sekitar Pintu Air Halim Perdanakusuma masih dalam status siaga, dengan pemantauan intensif terus dilakukan oleh aparat pemerintah, tim siaga banjir, dan unsur masyarakat. Pemerintah berharap, dengan kerja sama semua pihak, dampak banjir dapat diminimalisir dan keselamatan warga tetap terjaga.
Rara


