Jakarta Timur –||
Kondisi plafon di lantai 2 Pasar PD Rawa Bening dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapat perbaikan selama hampir enam bulan terakhir. Kerusakan tersebut diduga akibat rembesan air hujan atau faktor lainnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang maupun pengunjung yang beraktivitas di area tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa bagian plafon tampak mengelupas, berlubang, dan terlihat rapuh. Dalam kondisi tertentu, serpihan material plafon bahkan berpotensi jatuh. Situasi ini tentu mengundang rasa tidak nyaman, terlebih lantai 2 merupakan jalur lalu-lalang pengunjung serta area aktivitas jual beli.
Sejumlah pedagang mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Mereka menilai kerusakan plafon yang dibiarkan berlarut-larut dapat membahayakan keselamatan. “Kalau dibiarkan terus, takutnya ambruk dan menimpa orang,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Selain berisiko mencederai pengunjung atau pedagang, kondisi plafon yang rusak juga dinilai mengurangi kenyamanan dan estetika pasar. Beberapa pihak menilai kurangnya perhatian dari pengelola maupun bagian perawatan (maintenance) menjadi penyebab lambannya penanganan
.
Pasar sebagai ruang publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat semestinya mendapatkan perawatan rutin, terutama pada bagian infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan. Perawatan berkala dan respons cepat terhadap kerusakan menjadi bagian penting dari standar pengelolaan gedung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kepala Pasar maupun pihak Humas Pasar PD Rawa Bening terkait rencana perbaikan ataupun penanganan atas kerusakan plafon tersebut.
Masyarakat dan para pedagang berharap pihak pengelola segera melakukan evaluasi serta perbaikan menyeluruh guna mencegah risiko yang tidak diinginkan dan mengembalikan kenyamanan aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Red





