no-style

Stok BBM Nasional Hanya 23 Hari, Pemerintah Akui Terkendala Kapasitas Penyimpanan

, Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T08:16:53Z




Jakarta –||

 Cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi selama sekitar 23 hari. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan energi, melainkan keterbatasan kapasitas penyimpanan BBM yang dimiliki Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa stok BBM nasional masih berada dalam batas aman sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, selama ini standar cadangan BBM nasional memang disesuaikan dengan kemampuan fasilitas penyimpanan yang tersedia di dalam negeri.

“Terkadang orang mengatakan kita harus menyimpan bahan bakar untuk 60 hari. Tetapi di mana kita akan menyimpannya? Kita sama sekali tidak memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup,” ujar Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa fasilitas penyimpanan BBM yang ada saat ini hanya mampu menampung kebutuhan sekitar 25 hari konsumsi nasional. Karena itu, pemerintah menetapkan standar cadangan minimum di kisaran 20 hingga 23 hari.

“Saat ini cadangan kita berada di angka 23 hari, yang berarti sudah melebihi batas minimum yang ditetapkan,” jelasnya.

Dampak Ketegangan Geopolitik

Penjelasan pemerintah tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk isu penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz oleh Iran.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur vital perdagangan energi dunia karena sekitar 20 persen pengiriman minyak mentah global melalui jalur laut melewati kawasan itu.

Ketegangan meningkat setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Teheran. Garda Revolusi Iran juga dilaporkan memperingatkan kapal tanker agar tidak melintasi selat tersebut.

Rencana Penambahan Cadangan Energi

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah berencana menambah kapasitas penyimpanan BBM melalui pembangunan fasilitas penyimpanan strategis.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan terminal penyimpanan energi di pulau dekat Singapura. Fasilitas tersebut diperkirakan mampu menambah cadangan BBM nasional hingga 30–40 hari.

Dengan adanya fasilitas tersebut, pemerintah berharap perusahaan energi nasional seperti Pertamina dapat membeli minyak dalam jumlah besar ketika harga lebih murah dan tidak terlalu bergantung pada pembelian di pasar spot.

Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Singapura, yang saat ini memasok sekitar 60 persen impor BBM Indonesia.

Bahlil menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas penyimpanan energi merupakan kerentanan strategis yang harus segera diatasi.

“Ini adalah masalah geopolitik. Jika terjadi krisis atau konflik global, cadangan minyak dan kapasitas penyimpanan kita hanya akan bertahan sekitar 21 hari,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi, pemerintah juga mulai mengalihkan sebagian pembelian minyak mentah dan bensin dari Timur Tengah ke pemasok lain seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara

Rwd.

Komentar

Tampilkan

  • Stok BBM Nasional Hanya 23 Hari, Pemerintah Akui Terkendala Kapasitas Penyimpanan
  • 0

Kabupaten