PEMALANG_||
Viraljakarta.com_||
Dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas yang berkaitan dengan peredaran obat-obatan yang diduga ilegal kembali menjadi sorotan. Dua oknum anggota Polisi Militer (PM) Pekalongan disebut mendatangi sebuah warung yang diduga menjual obat-obatan daftar G di kawasan Terminal Comal, Desa Purwoharjo, RT 07/RW 07, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026).
Kedatangan oknum tersebut menjadi perhatian tim media gabungan yang tengah melakukan peliputan terkait dugaan peredaran obat-obatan tanpa izin. Berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media dari sejumlah warga, salah satu oknum disebut berinisial JK, berpangkat Kopral.
Informasi dari warga juga menyebutkan bahwa oknum tersebut diduga kerap mendatangi lokasi dan disebut-sebut memberikan perlindungan kepada seorang pria asal Aceh berinisial Bram yang diduga menjalankan bisnis penjualan obat-obatan di wilayah Pekalongan dan Pemalang.
Namun demikian, informasi mengenai dugaan keterlibatan maupun pemberian uang tersebut masih merupakan keterangan yang perlu diverifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Situasi memanas ketika tim jurnalis mengambil dokumentasi pada saat seseorang yang diduga penjual obat menyerahkan sejumlah uang kepada oknum anggota PM tersebut.
Menurut keterangan tim media di lapangan, setelah mengetahui aktivitas tersebut didokumentasikan, oknum anggota PM turun dari kendaraan dinas dan mendatangi kendaraan yang digunakan jurnalis.
Oknum tersebut disebut menggedor pintu kendaraan serta meminta agar dokumentasi berupa foto dihapus. Tim jurnalis mengaku merasa mendapat intimidasi dan berusaha mempertanyakan maksud kedatangan oknum tersebut ke lokasi.
Dalam peristiwa tersebut, terjadi adu mulut antara jurnalis dengan oknum anggota PM hingga menarik perhatian warga sekitar.
Saat ditanya mengenai tujuan kedatangannya dengan menggunakan kendaraan dinas dan mengenakan atribut seragam, oknum tersebut disebut menjawab bahwa kedatangannya dalam rangka “pengawalan.”
Tim media gabungan menyebut insiden tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka mengaku sebelumnya juga pernah mengalami tindakan yang dianggap menghalangi kegiatan jurnalistik ketika melakukan peliputan mengenai dugaan peredaran obat-obatan di wilayah tersebut.
Atas kejadian tersebut, pimpinan redaksi dan sejumlah media yang melakukan peliputan meminta agar persoalan ini ditangani secara objektif dan transparan.
Mereka menilai setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota TNI perlu diperiksa melalui mekanisme internal yang berlaku agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi.
Minta Pemeriksaan Subdenpom dan Atasan TNI.Tim jurnalis juga meminta perhatian dari Subdenpom, komando kewilayahan TNI, hingga pimpinan TNI untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tindakan yang dilakukan oknum tersebut.
Jika benar terdapat anggota TNI yang berada di lokasi menggunakan kendaraan dinas dan atribut dinas, sekaligus terdapat dugaan penerimaan uang atau tindakan menghalangi kerja jurnalistik, mereka meminta agar fakta tersebut diperiksa secara menyeluruh berdasarkan ketentuan hukum dan disiplin militer.
Di sisi lain, dugaan adanya transaksi uang antara penjual obat dan oknum anggota PM juga perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan alat bukti yang sah.
Peredaran Obat Diduga Ilegal Juga Diminta DitindakSelain meminta pemeriksaan terhadap oknum aparat, tim media meminta jajaran kepolisian, khususnya Satresnarkoba Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, dan instansi terkait untuk menelusuri dugaan peredaran obat-obatan yang dijual tanpa izin di wilayah Pemalang dan sekitarnya.
Apabila ditemukan adanya penjualan obat tanpa izin atau pelanggaran ketentuan kefarmasian dan kesehatan, penegakan hukum diharapkan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Subdenpom/Polisi Militer Pekalongan maupun pihak terkait mengenai dugaan tersebut. Konfirmasi dan klarifikasi dari pihak yang disebut masih diperlukan untuk memperoleh pemberitaan yang berimbang.
Red


