no-style

Puluhan Tahun Kehilangan Jejak, Dalima di Bone Mencari Ayah Kandung Bernama Nurdin

, Agustus 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T11:11:08Z

 





BONE, SULAWESI SELATAN – Kisah haru datang dari seorang perempuan bernama Dalima, putri tunggal dari pasangan Hawaa dan Nurdin, yang hingga kini masih berupaya menemukan keberadaan ayah kandungnya yang telah terpisah sejak dirinya masih kecil.

Kini, di usia 56 tahun, Dalima masih menyimpan harapan untuk dapat mengetahui keberadaan sang ayah, Nurdin, yang berdasarkan informasi dan cerita keluarga disebut berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Puluhan tahun berlalu sejak perpisahan tersebut. Dalima mengaku tidak lagi mengingat wajah ayah kandungnya karena saat perpisahan terjadi dirinya masih sangat kecil.

Satu-satunya petunjuk yang terus diingatnya adalah nama Nurdin, nama ibunya Hawaa, serta sejumlah informasi mengenai daerah dan keluarga yang pernah dikaitkan dengan sang ayah.

Kini Dalima berdomisili di Lonrae, RT 000/RW 003, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dari tempat tersebut, ia kembali mencoba menelusuri jejak ayah kandungnya yang selama puluhan tahun tidak diketahuinya.

Pernikahan Nurdin dan Hawaa

Berdasarkan cerita keluarga yang diterima Dalima, Nurdin sebelumnya menikah dengan ibunya, Hawaa. Dari pernikahan tersebut lahirlah Dalima yang merupakan putri tunggal.

Namun, dalam perjalanan waktu, Nurdin dan Hawaa kemudian berpisah. Setelah itu, Nurdin diketahui menikah kembali dengan seorang perempuan bernama Sadaa, yang kemudian menjadi ibu tiri Dalima.

Menurut cerita yang diterima Dalima dari keluarganya, Sadaa sebelumnya merupakan sahabat dekat Hawaa. Bahkan terdapat cerita bahwa pernikahan Nurdin dengan Sadaa memiliki kaitan dengan permintaan atau persetujuan Hawaa.

Meski demikian, Dalima mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti seluruh perjalanan kehidupan kedua orang tuanya. Saat berbagai peristiwa tersebut terjadi, ia masih berusia sangat kecil.

Tidak Mengingat Wajah Ayah Kandung

Hal yang paling membekas bagi Dalima adalah dirinya tidak memiliki kenangan yang jelas mengenai wajah ayah kandungnya.

Seiring bertambahnya usia, Dalima hanya memperoleh informasi mengenai sang ayah melalui cerita ibu, nenek, dan keluarga lainnya.

Nama Nurdin menjadi petunjuk utama yang selama ini dipegangnya.

Selain itu, Dalima memperoleh informasi bahwa Nurdin pernah tinggal atau memiliki hubungan dengan sejumlah wilayah, di antaranya Pagatan dan Barabatuan.

Dari cerita keluarga, terdapat pula nama-nama yang disebut berkaitan dengan keluarga pihak ayah, antara lain Raupe dan Kanoti. Namun Dalima menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena sebagian besar diperoleh dari cerita keluarga yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Petunjuk dari Keluarga Pihak Ibu

Dalima juga masih mengingat sejumlah nama dari garis keluarga ibunya.

Ibunya bernama Hawaa. Dalam cerita silsilah keluarga, terdapat nama Becce, yang disebut sebagai saudara Hawaa. Becce diketahui memiliki suami bernama Bo Sakka.

Selain itu terdapat nama Sappe, yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan Bo Sakka.

Keluarga tersebut dahulu disebut pernah tinggal atau memiliki hubungan dengan wilayah yang dalam ingatan Dalima disebut Puku Limung/Mangara.

Namun, Dalima menyadari bahwa penyebutan nama tempat maupun hubungan kekerabatan tersebut masih membutuhkan penelusuran dan konfirmasi lebih lanjut.

Di Usia 56 Tahun, Harapan Bertemu Ayah Tak Pernah Hilang

Usia yang kini telah mencapai 56 tahun tidak membuat Dalima menghentikan pencariannya.

Justru setelah puluhan tahun berlalu, keinginannya untuk mengetahui keberadaan ayah kandung semakin kuat.

Dalima ingin mengetahui apakah Nurdin masih hidup, di mana keberadaannya sekarang, bagaimana kehidupan sang ayah selama ini, serta apakah masih terdapat keluarga besar dari garis keturunan Nurdin yang dapat ditemuinya.

Bagi Dalima, pencarian tersebut bukan semata-mata mengenai masa lalu. Ia ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang selama puluhan tahun tersimpan dalam dirinya.

Jika Nurdin masih hidup, Dalima berharap suatu hari dapat bertemu secara langsung, memperkenalkan dirinya sebagai anak kandung, sekaligus mendengarkan cerita tentang perjalanan kehidupan kedua orang tuanya.

Kini Berdomisili di Bone, Sulawesi Selatan

Dalam informasi terbaru yang disampaikan, Dalima kini berdomisili di:

Nama: Dalima

Usia: 56 tahun

Domisili: Lonrae, RT 000/RW 003

Kecamatan: Tanete Riattang Timur

Kabupaten: Bone

Provinsi: Sulawesi Selatan

Dalima berharap perubahan dan perjalanan hidup selama puluhan tahun tidak menjadi penghalang untuk menemukan kembali ayah kandungnya.

Mohon Bantuan Masyarakat

Dalima mengajak masyarakat yang pernah mengenal Nurdin, khususnya mereka yang memiliki hubungan dengan wilayah NTT, Pagatan, Barabatuan, maupun daerah lain yang berkaitan dengan perjalanan hidup Nurdin, agar dapat membantu memberikan informasi.

Adapun sejumlah identitas dan petunjuk yang diketahui saat ini:

Nama ayah kandung: Nurdin

Perkiraan asal: Nusa Tenggara Timur (NTT)

Nama ibu kandung: Hawaa

Nama ibu tiri: Sadaa

Anak: Dalima, putri tunggal Hawaa dan Nurdin

Usia Dalima saat ini: 56 tahun

Wilayah yang pernah dikaitkan dengan Nurdin: Pagatan dan Barabatuan

Nama keluarga yang disebut dari pihak ayah: Raupe dan Kanoti (belum terkonfirmasi)

Wilayah keluarga pihak ibu yang pernah disebut: Puku Limung/Mangara

Domisili Dalima saat ini: Lonrae, RT 000/RW 003, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

Dalima menyadari bahwa informasi yang dimilikinya sangat terbatas. Sebagian besar informasi tersebut berasal dari cerita keluarga yang disampaikan sejak dirinya masih kecil. Karena itu, ia tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan dalam penyebutan nama, wilayah, maupun hubungan kekerabatan.

Namun, baginya, sekecil apa pun informasi tersebut tetap sangat berarti sebagai petunjuk awal untuk menemukan Nurdin.

“Saya hanya ingin mengetahui keberadaan bapak kandung saya. Sejak kecil saya sudah terpisah dan tidak pernah mengingat wajah beliau. Yang saya tahu hanya nama bapak saya Nurdin dan beliau disebut berasal dari NTT. Kalau ada yang mengenal atau mengetahui keluarga beliau, saya sangat berharap bisa memberikan informasi.”

Harapan Seorang Anak yang Tak Pernah Padam

Pencarian Dalima menjadi gambaran bahwa waktu tidak selalu mampu menghapus kerinduan seorang anak terhadap orang tua.

Selama puluhan tahun, Dalima menjalani kehidupannya tanpa mengetahui secara pasti bagaimana kabar ayah kandungnya. Kini, di usia 56 tahun dan setelah menjalani perjalanan hidup yang panjang, keinginan untuk menemukan sang ayah kembali muncul dengan harapan yang besar.

Ia tidak menuntut apa pun. Dalima hanya ingin mengetahui siapa dan di mana ayah kandungnya berada, serta membuka kembali kemungkinan terjalinnya hubungan keluarga yang selama ini terputus.

Apabila Nurdin masih hidup, Dalima berharap pencarian ini dapat menjadi jalan untuk mempertemukan kembali ayah dan anak yang telah terpisah selama puluhan tahun.

Bagi masyarakat yang merasa mengenal Nurdin, mengetahui keberadaannya, mengenal keluarga dengan nama Raupe atau Kanoti, atau memiliki informasi yang berkaitan dengan perjalanan hidup Nurdin dari NTT, Pagatan, Barabatuan maupun wilayah lainnya, diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kepada Dalima atau pihak yang melakukan pemberitaan pencarian ini.

Semoga pencarian selama puluhan tahun tersebut menjadi jalan terbukanya kembali komunikasi antara Dalima dan ayah kandungnya, Nurdin, serta mempertemukan kembali keluarga yang telah lama terpisah.

Komentar

Tampilkan

  • Puluhan Tahun Kehilangan Jejak, Dalima di Bone Mencari Ayah Kandung Bernama Nurdin
  • 0

Kabupaten